Senin, 25 April 2016

Arti dan Nilai Permainan bagi Anak

Permainan mempunyai arti dan nilai bagi anak sebagai berikut:
1.      Permainan merupakan sarana penting untuk mensosialisasikan anak. Yaitu sarana untuk mengintrodusir anak menjadianggota masyarakat, agar anak bisa mengenal dan menghargai masyarakat. Dalam suasana permainan itu tumbuhah rasa kerukunan yang sngat besar bagi pembentukan sosial sebagai manusia budaya.
2.     Dengan permainan dan situasi bermain anak bisa mengukur kemampuan serta potensi sendiri. Ia belajar menguasi macam-macam benda, juga belajar memahami sifat-sifat benda dan peristiwa yang berlangsung dalam lingkungannnya.
3.     Dalam situasi bermain anak bisa menampilkan fantasi, bakat, dan kecenderungannya. Anak laki-laki bermain dengan mobil-mobilan anak perempuan bermain dengan boneka. Jika kita memberikan kertas dan gunting pada sekelompok anak-anak kecil, masing-masing akan menghasilkan “karya” yang berbeda, sesuai dengan bakat dan kemampuan.
4. Di tengah permainan itu setiap anak menghauyati macam-macam emosi. Dia merasakan kegairahan dan kegembiraan dan tidak secara khusus mengharapakan prestasi-prestasi. Dengan demikian, permaian mempunyai nilai yang sama besarnya dengan nilai seni bagi orang dewasa.
5.  Permainan iu menjadi alat pendidikan, karena permainan bisa memberikan rasa kepuasan, kegembiran, dan kebahagiaan pada diri anak.
6. Permainan memberikam kesemptan pralatihan untuk mengenal aturan-aturan permainan, mematuhi norma-norma dan larangan, dan bertindak jujur serta loyal. Semua ini untuk persiapan bagi penghaytan “Fair play” dalam pertarungan hidup di kemudian harinya.
Dari beberapa nilai di atas dapat disimpulkan bahwa permainan sangatlh penting dlam membentuk karakteristik dan sebagai alat untuk menuangkan kretifitas anak.

Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan bagi anak usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, dan pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan anak. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelengaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan, daya cipta, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual.
Pada 3 tahun pertama anak merupakan usia emas baginya untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Perlu orang tua ketahui bahwa anak memiliki kemampuan yang dapat diasah sejak dini, karea dengan mereka memliki berbagai kemampuan tersebut tentunya sudah dapat dibentuk sedari dini.

Namun demikian, salah besar jika orang tua menyerahkan pendidikan anak 100% pada lembaga pendidikan. Kegagalan pendidikan kepribadian anak kebanyakan karena kegagalan pendidikan dalam rumah, yakni pendidikan orang tua. Dalam konteks pendidikan orang tua, ibulah yang paling memegang peranan penting. Oleh karena itu, sukses tidaknya masa depan anak dan baik buruknya kepribadian, akan sangat tergantung seberapa peran ibu dalam proses pendidikannya. Terutama dalam pedidikan anak usia dini (PAUD). Peran ayahpun juga tak kalah penting, terutama dalam proses pembangunan kepribadian.

Pentingnya Kesehatan Anak

Kesehatan bagi anak sangat penting, karena pada usia ini anak rentan terkena penyakit. Beberapa penyakit yang biasa menghinggapi anak-anak pada usia ini antara lain: diare, campak, kekurangan gizi, dan juga kelainan bawaan yang bersifat fatal. Bahkan penyakit tersebut  sampai menyebabkan kematian pada anak.

Padahal angka kematian pada anak merupakan salah satu ukuran kesejahteraan bangsa. Dalam suatu laporan,UNICEF (2006) menyimpukan bahwa kematian di bawah usia 5 tahun diakibatkan oleh berbagai faktor yang luas jangkauannya, termasuk kesehatan nutrisi dan pengetahuan ibu  mengenai kesehatan, level imunisasi, dehidrasi, ketersediaan layanan kesehatan ibu dan anak, pendapatan dan ketersediaan makanan di dalam keluarga, ketersediaan air bersih dan sanitasi yang aman, serta keamanan menyeluruh dari lingkungan anak.


Selain itu, olahraga juga mempengaruhi kesehatan pada anak. Olahraga merupakan aktifitas yang sebaiknya rutin dilakukan sehari-hari. Kehidupan anak-anak harus dipusatkan pada aktivitas, bukan hanya makanan.